Teori & Filsafat Hukum

SEKILAS TENTANG MACAM-MACAM HAK

Keadilan menjadi salah satu tujuan hukum. Bahkan seringkali semboyan latin “Fiat Justitia Ruat coeleum” sering diucapkan oleh para penegak hukum. Keadilan menjadi hal yang terus menerus harus diperjuangkan. Jika berbicara tentang keadilan, tentu kita tidak akan lepas dari kata “HAK” yang menjadi salah satu alasan perlu ditegakkannya keadilan.

Hak sama sekali tidak bisa luput ketika kita memperbincangkan perihal keadilan. Dengan terlebih dahulu memahami hak, maka akan memudahkan kita untuk memahami lebih lanjut pada tataran selanjutnya mengapa hak menjadi salah satu inti penting dalam perbincangan-perbincangan tentang hukum, misalnya tentang apa itu hak hukum.

Tentu pengertian tentang hak adalah sangat luas sekali, namun bukan berarti tidak perlu dipahami. Black’s Law Dictionary (1990 : 1323 – 1324) membahas mengenai hak sebagai berikut : (more…)

Advertisements

MENGENAL SEKILAS MATA KULIAH PHI DAN PIH DI FAKULTAS HUKUM

Tidak terasa tahun ajaran baru akan segera dimulai kembali. Bagi rekan-rekan yang baru akan memasuki masa kuliah strata 1 di Fakultas Hukum, pada semester awal pasti akan ‘bersua’ dengan mata kuliah PHI dan PIH. Apa itu PHI dan PIH? Berikut akan dibahas secara singkat mengenai kedua mata kuliah tersebut.

Persamaan Serta Perbedaan Mendasar Antara PHI dan PIH

PHI maupun PIH sama-sama merupakan pengantar untuk mempelajari hukum, dan merupakan mata kuliah dasar yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa Fakultas Hukum. PHI merupakan singkatan dari Pengantar Hukum Indonesia. Di beberapa universitas, ada Fakultas Hukum yang menggunakan istilah PHI dengan PTHI, yang merupakan singkatan dari Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sementara itu, PIH adalah Pengantar Ilmu Hukum. Sekilas istilah PHI dan PIH nampaknya sama, namun sebenarnya berbeda. (more…)

UNSUR PENTING DALAM PENEGAKAN HUKUM

Penegakan hukum merupakan  suatu proses untuk mewujudkan keinginan-keinginan hukum menjadi kenyataan,  namun dalam kenyataannya, hukum tidak dapat tegak dengan sendirinya. Hukum membutuhkan keterlibatan manusia beserta tingkah lakunya agar dapat ditegakkan. Menurut Friedman, ada beberapa unsur terkait yang menentukan proses penegakan hukum, yaitu komponen substansi, struktur, dan kultural (Satjipto Rahardjo, 2009 : ix).

Adapun unsur-unsur penting yang mempengaruhi dalam keberhasilan penegakan hukum adalah sebagai berikut : (more…)

SEKILAS MENGENAL SEJARAH HUKUM

Suatu ketika saat sedang berdiskusi mengenai metode penelitian hukum, oleh seorang kawan, saya pernah ditanya mengenai salah satu jenis pendekatan penelitian yang pernah saya gunakan dalam penelitian. Salah satu jenis pendekatan yang ditanyakan tersebut adalah sejarah hukum. Apa sih sejarah hukum itu? Kenapa dapat digunakan sebagai jenis pendekatan dalam penelitian hukum? Apa fungsinya? Pertanyaan yang sebenarnya telah saya jawab ketika itu, namun saya pikir tidak ada salahnya saya posting sedikit pembahasannya dalam blog ini sekedar untuk berbagi.

Sejarah hukum merupakan bagian dari penyelenggaraan sejarah secara integral dengan memfokuskan perhatian pada gejala-gejala hukum. Tujuan akhir sejarah hukum yakni menunjang dan bermuara di dalam penulisan sejarah secara integral, namun tidak melenyapkan tujuan parsiil yang spesifik dan yang perlu ada dari disiplin ini, yakni penemuan dalil-dalil dan kecenderungan-kecenderungan perkembangan hukum. Sejarah hukum hanya dapat dipelajari sejak periode yang di dalamnya terdapat dokumen-dokumen pertama yang ditulis, sebab tanpa naskah-naskah kita hanya dapat mengira-ngira aturan hukum mana yang ada pada jaman dahulu.

(more…)

APA ITU HUKUM : PERTANYAAN KLASIK NAMUN TETAP MENARIK

Ngobrol mengenai hukum, rasanya tidak lengkap apabila tanpa mengetahui apa sebenarnya hukum itu. Apa itu hukum (what is law)? Pertanyaan tersebut tentunya sangat tidak asing lagi, sebab telah menjadi topik perbincangan sejak dahulu, baik di kalangan ahli hukum maupun yang awam akan hukum. Pandangan mengenai apa itu hukum sebenarnya berbeda-beda tergantung dari siapa yang mengartikan hukum itu dan atas keperluan apa hukum tersebut diartikan. Pendapat yang dikemukakan oleh hakim, penasehat hukum, pembentuk undang-undang, masyarakat awam, atau mahasiswa hukum sekali pun, tentu akan berbeda-beda.

Contoh, dalam sebuah perjalanan liburan, ketika saya sedang makan di sebuah warung kecil, si penjual menanyakan latar belakang pendidikan saya, dan begitu mengetahui latar belakang pendidikan saya adalah hukum, kontan penjual tersebut langsung menumpahkan uneg-unegnya mengenai hukum di negara ini. Baginya, hukum tidak lebih dari sekumpulan peraturan yang dibuat oleh penguasa untuk keuntungan penguasa itu sendiri dan menekan rakyat kecil. Hukum juga diartikannya sebagai kekuasaan (power).

  (more…)

MEMAHAMI KEPASTIAN (DALAM) HUKUM

Kepastian merupakan ciri yang tidak dapat dipisahkan dari hukum, terutama untuk norma hukum tertulis. Hukum tanpa nilai kepastian akan kehilangan makna karena tidak dapat lagi digunakan sebagai pedoman perilaku bagi setiap orang. Kepastian sendiri disebut sebagai salah satu tujuan dari hukum. Apabila dilihat secara historis, perbincangan mengenai kepastian hukum merupakan perbincangan yang telah muncul semenjak adanya gagasan pemisahan kekuasaan dari Montesquieu.

Keteraturan masyarakat berkaitan erat dengan kepastian dalam hukum, karena keteraturan merupakan inti dari kepastian itu sendiri. Keteraturan menyebabkan orang dapat hidup secara berkepastian sehingga dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Guna memahami secara jelas mengenai kepastian hukum itu sendiri, berikut akan diuraikan pengertian mengenai kepastian hukum dari beberapa ahli.

(more…)