PEMAHAMAN MENDASAR TENTANG PERSEKUTUAN KOMANDITER (CV)

Ketika berbicara tentang badan usaha, maka kita dapat melihat beberapa macam badan usaha yang ada dalam praktek di masyarakat. Sebagian besar bentuk-bentuk badan usaha yang ada tersebut bentuk asalnya adalah perkumpulan. Perkumpulan yang dimaksud adalah perkumpulan dalam arti luas, tidak mempunyai kepribadian sendiri, dan mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :[1]

  1. Kepentingan bersama.
  2. Kehendak bersama.
  3. Tujuan bersama.
  4. Kerja sama.

Keempat unsur ini ada pada tiap-tiap perkumpulan seperti Persekutuan Perdata, Firma, Koperasi, ataupun Perseroan Terbatas, namun masing-masing mempunyai unsur tambahan sebagai ciri khasnya. Dari berbagai bentuk badan usaha yang ada tersebut, yang paling populer adalah Persekutuan Komanditer (CV).

Lalu, apa sebenarnya Persekutuan Komanditer (CV) itu?

Menurut Pasal 19 KUHD, Persekutuan Komanditer (selanjutnya disingkat CV) adalah persekutuan yang didirikan oleh satu orang atau lebih yang secara tanggung menanggung bertanggung jawab seluruhnya pada pihak pertama (sekutu komplementer), dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang (sekutu komanditer) pada pihak lain.

Molengraaf melihat CV sebagai suatu perkumpulan (Vereeniging) perjanjian kerja sama, dimana satu atau lebih sekutu mengikatkan diri untuk memasukkan modal tertentu untuk perkiraan bersama oleh satu atau lebih sekutu lain menjalankan perusahaan niaga (handelsbedrijf).[2] Perumusan ini sebenarnya kurang mencakup unsur-unsur yang diperlukan oleh suatu CV, misalnya seperti sekutu yang sepenuhnya bertanggungjawab bersama, di samping adanya sekutu yang bertanggung jawab terbatas, sekutu pengurus dan sekutu diam serta unsur menjalankan perusahaan.[3]

Bagaimana Status Hukum Persekutuan Komanditer (CV)?

Status hukum CV menurut KUHD bukan merupakan badan hukum. Hal ini berbeda dengan Perseroan Terbatas (PT) yang sama-sama badan usaha, namun status hukumnya bisa dikatakan sebagai badan hukum.

Bagaimana TanggungJawab Sekutu Dalam Persekutuan Komanditer (CV)?

Dalam CV ada pembedaan antara sekutu komanditer (sekutu diam, mitra pasif, sleeping patners) dengan sekutu komplementer (sekutu kerja, mitra aktif, mitra biasa, pengurus, working patners). Adanya pembedaan sekutu-sekutu itu membawa konsekuensi pada pembedaan tanggungjawab yang dimiliki oleh masing-masing sekutu, yaitu :

  1. Sekutu komanditer adalah sekutu yang tidak bertanggungjawab pada pengurusan persekutuan, sekutu ini hanya menempatkan modal (uang atau barang) pada persekutuan dan mempunyai hak mengambil bagian dalam aset persekutuan bila ada untung sebesar nilai kontribusinya. Demikian juga sekutu ini akan menanggung kerugian sebesar nilai kontribusinya. Pada dasarnya, sekutu komanditer mempunyai kedudukan yang sama dengan Persekutuan Firma yang bertanggungjawab secara tanggung menanggung bersama, sehingga sekutu komanditer hanya bertanggungjawab secara intern kepada sekutu pengurus, untuk secara penuh memasukkan modal yang telah dijanjikan dan uang yang dimasukkan itu dikuasai dan dipergunakan sepenuhnya oleh pengurus dalam rangka pengurusan persekutuan guna menacapai tujuan.[4]
  2. Sekutu komplementer adalah sekutu pengurus yang bertanggungjawab atas jalannya persekutuan, bahkan pertanggungjawabannya sampai kepada harta pribadinya.

Dasar hubungan hukum di antara sesama sekutu CV pada dasarnya adalah hubungan kerja sama untuk mencari dan membagi keuntungan. Hal itu ditetapkan dalam Pasal 1618 KUHPerdata.

Jenis-Jenis Persekutuan Komanditer (CV)

Ada tiga jenis CV yang dikenal, yaitu :[5]

  1. CV diam-diam, yaitu CV yang belum menyatakan dirinya terang-terangan kepada pihak ketiga sebagai CV. Keluar, (terhadap pihak-pihak di luar CV), persekutuan ini masih menyatakan dirinya sebagai Firma tetapi persekutuan ini sudah menjadi CV karena salah seorang atau beberapa orang sekutu sudah menjadi sekutu komanditer.
  2. CV terang-terangan (terbuka), yaitu CV yang terang-terangan menyatakan dirinya kepada pihak ketiga sebagai CV. Hal itu terlihat dari tindakannya dalam bentuk publikasi berupa papan nama yang bertuliskan “CV” (misalnya CV Sejahtera). Bisa juga dalam penulisan di kepala surat yang menerangkan nama CV tersebut dalam berhubungan dengan pihak ketiga.
  3. CV dengan saham, yaitu CV terangan-terangan, yang modelnya terdiri dari kumpulan saham-saham. Jenis terakhir ini sama sekali tidak diatur dalam KUHD, ia hanya muncul dari praktik di kalangan pengusaha atau dunia perniagaan. Pada hakikatnya CV dengan saham sama saja dengan jenis CV terang-terangan. Bedanya hanya pada pembentukan modalnya saja yang sudah terdiri dari saham-saham. Pembentukan modal CV dengan saham ini dimungkinkan oleh Pasal 1337 ayat (1), Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata jo. Pasal 1 KUHD. Karenanya CV jenis terakhir ini juga semacam CV terang-terangan (CV biasa).

Bagaimana Cara Mendirikan Persekutuan Komanditer (CV)?

Pendirian CV tidak harus dilakukan dengan akta otentik, dapat dibuat secara lisan dan tidak wajib diumumkan pendiriannya.[6] Namun tidak tertutup kemungkinan bila para pendiri ingin mendirikan CV dengan menggunakan akta notaris guna memperkuat kedudukan CV.

Bagaimana Bubarnya Sebuah Persekutuan Komanditer (CV)?

Bubarnya CV sendiri pada hakikatnya sama seperti pembubaran Firma yaitu dengan cara berakhirnya jangka waktu CV yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar, akibat pengunduran diri atau pemberhentian saham, dan akibat perubahan anggaran dasar (Pasal 31 KUHD). Setiap pembubaran CV memerlukan pemberesan, baik mengenai keuntungan maupun kerugian. Pemberesan keuntungan dan kerugian dilakukan menurut ketentuan dalam anggaran dasar.

[1] R.T. Sutantya, R.Hadhikusuma, dan Sumatoro, Pengertian Pokok Hukum Perusahaan : Bentuk-Bentuk Perusahaan Yang Berlaku di Indonesia, Jakarta : Rajawali Press, 1991, hal. 9

[2] M. Natzir Said, Hukum Perusahaan di Indonesia I (Perorangan), Bandung : Alumni, 1987, hal. 188

[3] Idem

[4] M. Natzir Said, op.cit., hal. 196

[5] H.M.N. Puwosutjipto, Pengertian Pokok Hukum Dagang (Bentuk-Bentuk Perusahaan), Jakarta : Penerbit Djambatan, 1982, hal. 75

[6] Sri Harini Dwiyatmi, Pengantar Hukum Indonesia, Salatiga : FH UKSW, 2005, hal. 71-72

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s