LEGITIEME PORTIE DALAM WARIS PERDATA

Jika membicarakan hukum waris perdata, tentu kita akan dibuat sedikit mumet dengan ketentuan-ketentuan mengenai perhitungan warisan. Salah satu hal yang cukup sering dibahas dalam perhitungan warisan adalah mengenai legitieme portie.

Legitieme Portie Sebagai Bagian Mutlak Ahli Waris

Legitieme Portie merupakan bagian dari harta peninggalan yang harus diberikan kepada ahli waris yang berada dalam garis lurus menurut undang-undang. Jadi legitimaris dalam hal ini hanya ahli waris yang menurut undang-undang berada dalam garis lurus ke atas atau ke bawah. Perhatikan kembali mengenai penggolongan ahli waris menurut KUH Perdata.

Bertolak dari ketentuan Pasal 913 KUH Perdata, pewaris tidak diperkenankan menetapkan sesuatu, baik selaku pemberian antara yang masih hidup maupun selaku wasiat. Adanya ketentuan mengenai legitieme portie ini memang dimaksudkan agar ahli waris legitimaris terlindungi dan tidak dirugikan apabila si pewaris hendak bertindak sewenang-wenang.

Hal Penting Terkait Legitieme Portie

Legitieme portie harus selalu dituntut, jika tidak dituntut maka tidak diperoleh legitieme portie. Apabila terdapat lebih dari satu legitimaris, maka tidak saling mengikat. Setiap legitimaris berhak untuk menuntut atau bahkan melepaskan legitieme portie nya tanpa bersama-sama dengan legitimaris lainnya. Maksudnya dapat dicontohkan sebagai berikut. Jika ada empat legitimaris, namun yang menuntut legitieme portie hanya satu orang, maka yang akan mendapatkan legitieme portie hanya yang menuntut tersebut. Begitu pula, jika hanya ada salah satu atau beberapa yang melepaskan legitieme portie nya, maka yang lain tetap berhak jika ingin menuntut legitieme portie nya. Yang perlu menjadi catatan adalah, apabila pewaris mengangkat seorang ahli waris dengan wasiat untuk seluruh harta peninggalannya, lalu ada legitimaris yang tidak menuntut bagian mutlaknya, maka bagian legitimaris yang tidak menuntut tersebut tetap menjadi bagian ahli waris yang ditunjuk menurut wasiat tersebut.

Penuntutan terhadap legitieme portie dapat dilakukan terhadap segala macam pemberian yang telah dilakukan oleh si pewaris, baik berupa erfstelling, hibah wasiat, atau hibah. Jika melihat ketentuan Pasal 920 KUH Perdata, maka penuntutan terhadap legitieme portie baru dapat dilakukan terhadap hibah atau hibah wasiat yang mengakibatkan berkurangnya bagian mutlak dalam suatu harta peninggalan setelah warisan terbuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s