CERMAT MENGENALI CALON PEMIMPIN

“Ketika fakta dipermainkan dalam kata-kata, masihkah ia nampak sebagai yang nyata?”

Setelah dilakukan pengundian nomor urut di KPU pada 1 Juni 2014 yang lalu, kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada tanggal 4 Juli 2014 kemarin resmi memulai masa kampanyenya. Ini berarti bahwa selama kurang lebih satu bulan ke depan, suguhan ‘episode-episode apik’ pertarungan politik antara kubu Prabowo-Hatta Vs Jokowi-JK dalam perebutan kursi orang nomor 1 dan nomor 2 di republik ini akan semakin seru. Tidak dapat dinafikan, selama masa itu, rakyat (akan semakin) sukses dibuat ‘mumet’ mengenai persoalan figur, koalisi, hingga pecah kongsi partai-partai pendukung kandidat.

Keseharian rakyat seperti menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, bermain di sosial media, bahkan ketika sekedar duduk minum kopi di warung pun, akan terus ‘dibombardir’ dengan pemberitaan seputar latar belakang kehidupan, kinerja, serta visi misi masing-masing kandidat capres cawapres. Belum lagi ditambah dengan adanya black campaign yang dilakukan oleh ‘oknum’ dari kubu massa pendukung masing-masing kandidat. Televisi pun ternyata turut memberikan sumbangsih dalam ‘kemumetan’ tersebut. Televisi sebagai media pemberitaan yang sejatinya harus bersikap netral, malah justru terasa ketimpangan dan keberpihakannya pada salah satu kandidat capres cawapres saat melakukan pemberitaan.

Menghadapi hal ini, maka rakyat dituntut untuk memiliki kecerdasan berpikir dan kebijakan dalam bersikap. Tidak semua hal yang didengar mengenai masing-masing kandidat adalah benar sebagaimana adanya. Ini yang saya istilahkan dengan ‘fakta dipermainkan dalam kata’ hingga terkadang yang senyatanya menjadi kehilangan makna.

Hendaknya pemberitaan apapun mengenai masing-masing kandidat dicerna dengan baik, terlebih yang ‘beraroma’ black campaign. Televisi maupun media lainnya juga bukanlah satu-satunya sumber kebenaran. Cermati pemberitaan dengan seksama. Pahami visi misi masing-masing kandidat. Selain itu, perhatikan pula kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat, jangan berat sebelah. Bagaimana pun, kandidat yang ada bukanlah mahkluk yang sempurna. Republik ini butuh pemimpin yang baik, bukan yang sempurna.

Hal-hal tersebut penting dilakukan sebab pemberitaan seharusnya menjadi kesempatan bagi rakyat untuk menambah pengetahuannya mengenai tiap kandidat sehingga dapat memantapkan pilihan pada 9 Juli mendatang. Bukan malah sebaliknya.

Tidak ingin salah pilih lagi bukan? Jadi, cermatlah mengenal calon pemimpin yang akan anda pilih pada 9 Juli 2014 nanti.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s