MEMBACA DAN PROFESI HUKUM : SEBUAH HARAPAN

Hari ini, 17 Mei, dicanangkan sebagai Hari Buku Nasional. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya, ‘apa kabar minat baca anak bangsa ini?’ Lebih khusus lagi, ‘apa kabar minat baca para penyandang profesi hukum?’

Profesi hukum bukanlah profesi sembarangan. Profesi hukum menyandang predikat sebagai profesi yang luhur (nobile officium). Profesi hukum bukanlah profesi untuk gaya-gayaan. Tanggung jawab yang melekat pada profesi hukum berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat luas, bahkan terkait erat dengan keberlangsungan tertib di negara ini. Berdasarkan hal tersebut maka tidak mengherankan apabila ada banyak syarat-syarat penting yang harus dimiliki/dipenuhi oleh  penyandang profesi hukum.

Salah satu syarat penting yang harus dimiliki oleh  penyandang profesi hukum adalah berwawasan. Berwawasan merupakan aspek dalam gugus nilai teoritis yang merupakan salah satu dari nilai dasar profesi hukum. Berwawasan tidak hanya bermakna bahwa penyandang profesi hukum memiliki pengetahuan yang luas mengenai ilmu yang berkaitan dengan profesinya, namun juga pengetahuan umum lain di luar bidangnya. Mencapai kedua hal tersebut, yaitu memiliki pengetahuan luas dalam bidang ilmu terkait profesi dan pengetahuan luas terkait hal-hal lain di luar bidang ilmunya, seorang  penyandang profesi hukum harus memiliki kesadaran untuk membaca. Membaca merupakan kegiatan penting yang harus menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari penyandang profesi hukum.

Mengapa membaca menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan? Dunia ini teramat luas. Teramat banyak hal menarik untuk diketahui dan dipelajari. Sayangnya, mata kita terbatas untuk melihat semua hal. Kaki juga tidak dapat selalu dijejakkan di semua tempat di belahan dunia ini. Dengan membaca, kita dapat menjelajahi belahan dunia lain, menikmati keindahan alamnya, mempelajari budayanya, bahkan mengetahui permasalahan yang ada di sana. Dengan membaca, kita bisa mengetahui pemikiran seseorang tentang suatu permasalahan. Pemikiran yang bahkan sering kali tidak pernah terpikirkan dalam benak kita.

Suka atau tidak suka sebenarnya profesi hukum lekat dengan kegiatan membaca. Penyelesaian kasus-kasus hukum selalu mensyaratkan adanya dasar hukum yang kuat. Dasar-dasar hukum tersebut tentunya ditemukan dengan membaca ketentuan-ketentuan hukum yang ada, bahkan tidak jarang kita pun harus membaca teori-teori hukum dan pendapat-pendapat ahli terkait kasus yang ada. Penemuan hukum (rechtsvinding) sebagai salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh penyandang profesi hukum pun tentunya tidak terlepas dari kegiatan membaca.

Hanya saja yang diharapkan lebih dari sekedar itu. Membaca tidak hanya dilakukan karena dikejar keharusan untuk menyelesaikan suatu persoalan hukum yang sedang ditangani. Kesadaran yang datang dari penyandang profesi itu sendiri yang seharusnya diwujudkan. Kesadaran bahwa membaca merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai salah satu upaya guna meningkatkan profesionalisme penyandang profesi hukum. Kesadaran bahwa dengan membaca akan menjadikan diri sebagai penyandang profesi hukum yang berpandangan dan berwawasan luas.

Semoga bukan sebuah harapan yang muluk-muluk, agar setiap penyandang profesi hukum memiliki minat dan kesadaran untuk membaca. Selamat hari buku nasional. 17 Mei 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s