PERTANYAAN SEDERHANA BAGI PENYANDANG PROFESI HUKUM

Suatu hari di salah satu kelas, seorang dosen bertanya apa yang menjadi kewajiban dan larangan bagi notaris yang termuat dalam Kode Etik Notaris. Pertanyaan tersebut direspon dengan sangat cepat oleh mahasiswa. Hampir sebagian besar dari mahasiswa di kelas berlomba menjawab pertanyaan tersebut dengan suara lantang. Si dosen kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan yang intinya menanyakan apa latar belakang filosofis mengapa notaris memiliki kewajiban dan larangan sebagaimana yang tadi dijawab oleh para mahasiswa. Sesaat kelas sepi, respon mahasiswa tidak secepat ketika mendapat pertanyaan pertama. Setelah beberapa saat, ada beberapa mahasiswa yang mencoba menjawab, namun tidak lagi selantang tadi.

Saya tersentil oleh apa yang terjadi ketika itu. Inilah salah satu gambaran para (calon) penyandang profesi hukum. Tahu, hapal, dan bahkan sering melaksanakan ketentuan ‘apa yang boleh dan apa yang tidak boleh’ terkait profesinya, namun tidak selalu paham mengenai ‘apa yang boleh dan apa yang tidak boleh’ tersebut. Kalau sudah begitu, apa bedanya penyandang profesi hukum dengan robot?

Apa dan bagaimana nilai-nilai dasar profesi hukum” merupakan pertanyaan paling mendasar yang harus ditemukan dan dipahami jawabannya oleh setiap (calon) penyandang profesi hukum. (Calon) penyandang profesi hukum tidak dapat hanya sampai pada taraf tahu dan sekedar hapal mengenai ‘apa yang boleh dan apa yang tidak boleh’ terkait profesinya, namun diharapkan sampai pada taraf tahap tahu dan paham. Tahu dan paham akan mengantarkan penyandang profesi hukum sampai pada adanya kesadaran diri untuk melakukan ‘apa yang boleh dan apa yang tidak boleh’ dikarenakan paham akan nilai-nilai dasar yang melekat pada profesinya, bukan karena hanya sekedar keep on the track agar tidak dicap sebagai penyandang profesi hukum yang ‘nakal’. Eugenius Sumaryono dalam bukunya Etika Profesi Hukum menyatakan bahwa berkualitasnya pelayanan profesional hukum tidak hanya tergantung pada kondisi kesiapan penyandang profesi, namun juga pada kesadaran penyandang profesi itu sendiri.

So, which one are you? (Calon) penyandang profesi hukum yang tahu dan sekedar hapal rumusan pasal-pasal Kode Etik profesi serta menjalankannya begitu saja, ataukah penyandang profesi hukum yang menjalankan Kode Etik profesi karena memiliki kesadaran dan  pemahaman terhadap nilai-nilai dasar profesi hukum sehingga benar-benar memahami pula Kode Etik profesi secara mendalam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s