APA ITU HUKUM : PERTANYAAN KLASIK NAMUN TETAP MENARIK

Ngobrol mengenai hukum, rasanya tidak lengkap apabila tanpa mengetahui apa sebenarnya hukum itu. Apa itu hukum (what is law)? Pertanyaan tersebut tentunya sangat tidak asing lagi, sebab telah menjadi topik perbincangan sejak dahulu, baik di kalangan ahli hukum maupun yang awam akan hukum. Pandangan mengenai apa itu hukum sebenarnya berbeda-beda tergantung dari siapa yang mengartikan hukum itu dan atas keperluan apa hukum tersebut diartikan. Pendapat yang dikemukakan oleh hakim, penasehat hukum, pembentuk undang-undang, masyarakat awam, atau mahasiswa hukum sekali pun, tentu akan berbeda-beda.

Contoh, dalam sebuah perjalanan liburan, ketika saya sedang makan di sebuah warung kecil, si penjual menanyakan latar belakang pendidikan saya, dan begitu mengetahui latar belakang pendidikan saya adalah hukum, kontan penjual tersebut langsung menumpahkan uneg-unegnya mengenai hukum di negara ini. Baginya, hukum tidak lebih dari sekumpulan peraturan yang dibuat oleh penguasa untuk keuntungan penguasa itu sendiri dan menekan rakyat kecil. Hukum juga diartikannya sebagai kekuasaan (power).

 

Masyarakat yang awam hukum, sering kali mengartikan bahwa hukum itu ya undang-undang. Hal tersebut berarti bahwa hukum diidentikan dengan sekumpulan peraturan tertulis. Pendapat tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Sepanjang sejarah, dalam pandangan masyarakat, memang terdapat 2 (dua) pengertian yang sering sekali diberikan kepada hukum, yaitu :

  1. Hukum diartikan sebagai hak yang dalam hal ini merupakan pengertian yang lebih mengarah kepada pengaturan moral yang dalam berbagai bahasa sering disebut dengan istilah right, recht, ius, droit, diritto, derecho;
  2. Hukum diartikan sebagai undang-undang, yang dalam hal ini hanya merupakan pengertian yang mengarah kepada aturan yang dibuat oleh pembentuk undang-undang, yang dalam berbagai bahasa disebut dengan istilah law, lex, gesetz, legge, ley.

Secara keseluruhan, dalam sejarah perkembangan hukum terdapat berbagai pemikiran tentang hukum, di antaranya yaitu :

  1. Hukum sebagai kehendak Tuhan, dan ini merupakan peninggalan the old testament.
  2. Hukum sebagai partisipasi terhadap ide keadilan (dipelopori oleh Plato dan Aristoteles).
  3. Hukum sebagai sistem kaidah yang ditemukan berdasarkan pengalaman manusia di mana setiap manusia dapat mengekspresikan kebebasannya bersama dengan kebebasan orang lain, sebagaimana dianut oleh aliran sejarah dalam hukum.
  4. Hukum sebagai dasar dari konstitusi, dengan pelopornya adalah John Locke dan Montesquieu.
  5. Hukum sebagai ekspresi kehendak umum (general will), dengan pelopornya adalah Rousseau dan Immanuel Kant.
  6. Hukum sebagai ideologi kelas yang diterapkan oleh kelas masyarakat dominan untuk kepentingan kelasnya. Interpretasi ekonomi terhadap hukum ini dipelopori oleh Karl Marx dan Engels.
  7. Hukum sebagai aturan yang mengatur sikap tindak manusia dalam masyarakat yang ditemukan dengan jalan observasi melalui pengalaman manusia yang diputuskan oleh pengadilan. Teori ini berlaku di abad ke-19.
  8. Hukum sebagai putusan otoritas yang tidak pernah objektif, tidak pernah pasti, tidak pernah netral, dan tidak pernah otonom. Pendapat seperti ini muncul sejak akhir abad ke-20 yang dipelopori oleh ajaran hukum kritis.

Mengartikan hukum tidaklah mudah sehingga tidak mungkin orang dapat mengartikannya secara memuaskan. Sukarnya mengartikan hukum ini terbukti dari sejak jaman Romawi hingga sekarang tidak ada keseragaman di antara para sarjana atau ahli hukum mengenai apa itu hukum. Meskipun sulit untuk mengartikan hukum, beberapa pendapat di bawah ini dipaparkan sekedar sebagai pedoman untuk menjawab secara singkat mengenai persoalan apakah yang dimaksud dengan hukum itu.

  1. Menurut Paul Scholten, pengertian hukum tidak bisa dirumuskan dalam suatu kalimat, paling sedikit dalam empat kalimat, yaitu : recht is bevel (hukum adalah perintah), recht is verlof (hukum adalah ijin), recht is belofte (hukum adalah janji), dan recht is dispositie (hukum itu disediakan).
  2. E. Utrecht mengartikan hukum sebagai himpunan petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat, dan seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat yang bersangkutan, oleh karena pelanggaran petunjuk hidup tersebut dapat menimbulkan tindakan dari pihak pemerintah masyarakat itu.
  3. O. Notohamidjojo menyatakan bahwa hukum adalah keseluruhan peraturan yang tertulis dan tidak tertulis yang biasanya bersifat memaksa untuk kelakuan manusia dalam masyarakat negara serta antar negara, yang berorientasi pada 2 (dua) asas, yaitu keadilan dan daya guna demi tata dan damai masyarakat.
  4. Menurut Dr. Munir Fuady, hukum adalah ketentuan baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tingkah laku manusia dalam berinteraksi antar sesamanya, apa yang diperbolehkan, dan apa yang dilarang yang berlaku dalam masyarakat tetapi diakui atau dibuat oleh otoritas pembuat hukum yang sah dan diterapkan oleh lembaga hukum yang sah pula, berisikan sanksi terhadap orang yang melanggarnya dengan tujuan untuk mencapai keadilan, kemanfaatan, kepastian hukum, dan berbagai kebutuhan serta tujuan hidup manusia lainnya.

Berdasarkan definisi mengenai hukum yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa unsur dari hukum, yaitu :

  1. Hukum adalah apa yang diputuskan oleh yang berwenang, baik yang telah menjadi sengketa atau yang belum menjadi sengketa antar manusia.
  2. Hukum adalah apa yang diatur oleh peraturan perundang-undangan maupun yang tidak tertulis.
  3. Hukum adalah kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat yang memiliki sanksi.
  4. Hukum adalah pengaturan terhadap tingkah laku manusia yang memiliki sanksi.
  5. Hukum adalah yang diperintahkan, diperbolehkan, dan/ayau dilarang terhadap manusia.
  6. Hukum adalah ketentuan-ketentuan yang berisikan hak dan kewajiban, yang dapat dikenakan sanksi bagi para pelanggarnya.
  7. Hukum adalah ketentuan-ketentuan dalam masyarakat, dengan tujuan utamanya untuk mencapai keadilan, kepastian hukum, uniformalitas, koherensi, ketertiban, kesejahteraan, ketenangan, dan berbagai kebutuhan serta tujuan hidup manusia lainnya.

Konsep yang terkandung di balik kata hukum sangat luas dan abstrak, oleh sebab itulah maka perbincangan mengenai apa itu hukum selalu menjadi perbicangan yang tidak pernah habis diperbincangkan sejak dahulu. Terlebih ketika diperhadapkan pada berbedanya pandangan masing-masing individu mengenai hukum tersebut, yang dilatarbelakangi berbedanya pula pengalaman masing-masing individu berproses bersama hukum.

Jadi, tidak mengherankan ketika pertanyaan apa itu hukum menjadi sebuah pertanyaan klasik, namun tetap menarik untuk diperbincangkan…..

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s