SEKILAS MENGENAI ASAS HUKUM

Asas hukum merupakan unsur penting dari suatu peraturan hukum, bahkan dapat dikatakan sebagai ‘jantung’nya peraturan hukum. Alasan mengapa asas hukum dikatakan sebagai ‘jantung’nya peraturan hukum , yaitu : (1) asas hukum merupakan landasan lahirnya peraturan hukum, artinya peraturan hukum pada akhirnya dapat dikembalikan kepada asas hukum; (2) asas hukum merupakan alasan/tujuan umum (ratio-legis) dari lahirnya peraturan hukum, artinya asas hukum tidak akan habis kekuatannya untuk melahirkan peraturan baru. Asas hukum akan tetap ada dan akan melahirkan peraturan-peraturan selanjutnya.

Sebenarnya apakah asas hukum itu? Beberapa ahli hukum memberikan pendapatnya mengenai asas hukum. Van der Valden sebagaimana dikutip oleh Sudikno Mertokusumo (2010 : 7) mengemukakan bahwa asas hukum adalah tipe putusan tertentu yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk menilai situasi atau digunakan sebagai pedoman berperilaku. Asas hukum didasarkan atas satu nilai atau lebih yang menentukan situasi yang bernilai yang harus direalisasi.

Pendapat lain dikemukakan oleh Paul Scholten sebagaimana dikutip oleh Soewandi (2005 : 22) bahwa asas hukum itu merupakan tendensi-tendensi yang disyaratkan kepada hukum oleh paham kesusilaan kita, dengan kata lain asas hukum adalah pikiran-pikiran dasar yang terdapat di dalam dan di belakang sistem hukum.

Dudu Duswara sebagaimana dikutip oleh H. Muchsin (2006 : 43) mengemukakan asas hukum sebagai dasar-dasar umum yang terkandung dalam peraturan hukum, dasar-dasar umum tersebut merupakan suatu yang mengandung nilai-nilai etis.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa asas hukum merupakan latar belakang peraturan konkrit yang terdapat di dalam dan di belakang setiap sistem hukum yang terjelma dalam peraturan perundang-undangan dan putusan hakim yang merupakan hukum positif dan dapat ditemukan dengan mencari sifat-sifat yang umum dalam peraturan konkrit tersebut. Intinya, asas hukum bukan merupakan hukum yang konkrit, namun lebih pada pikiran dasar yang umum dan abstrak. Asas hukum sebagai pikiran dasar peraturan konkrit pada umumnya bukan tersurat melainkan tersirat dalam kaidah atau peraturan hukum konkrit.

Lalu, apa sebenarnya fungsi dari asas hukum itu sendiri ? Adapun fungsi dari asas hukum yaitu merealisasikan ukuran atau kriteria nilai (kesusilaan) sebanyak mungkin dalam kaidah-kaidah dari hukum positif dan penerapannya. Mewujudkan ukuran atau kriteria nilai yang dimaksud tersebut secara sempurna dalam suatu sistem positif adalah tidak mungkin, oleh sebab itu bagi pembentuk undang-undang, asas hukum berfungsi sebagai pedoman kerja, dan bagi para praktisi (khususnya hakim) untuk melakukan interpretasi / analogi / koreksi. Pada akhirnya asas hukum memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pondasi dari sistem hukum positif dan sebagai batu uji kritis terhadap sistem hukum positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s