PENGANTAR HUKUM WARIS ADAT

Hukum waris adat merupakan hukum yang mengatur tentang proses peralihan harta kekayaan materiil maupun immateriil dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hukum waris adat sebagai suatu proses artinya bahwa peralihan harta dapat dilakukan baik pada saat pewaris masih hidup maupun setelah pewaris meninggal.

Adapun asas yang terdapat dalam hukum waris adat adalah sebagai berikut :

1. Ketuhanan dan Pengendalian Diri.

2. Kesamaan hak.

3. Kekeluargaan dan kerukunan.

4. Musyawarah dan mufakat.

5. Keadilan dan parimerma.

Unsur-unsur pewarisan :

1. Subyek –> pewaris

–> ahli waris (anak kandung, anak angkat, anak tiri, janda/duda, dsb).

2. objek –> harta warisan (harta pusaka, harta bawaan, harta peninggalan, harta bersama, dsb).

Dalam hukum waris adat tidak mengenal ‘hibah’.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s