PERBEDAAN ANTARA WANPRESTASI DAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM

Sebelum membahas mengenai wanprestasi dan perbedaannya dengan perbuatan melawan hukum, terlebih dahulu akan dibahas mengenai prestasi. Prestasi berarti dapat dituntut. Prestasi terkait dengan beberapa hal, yaitu :

a. memberikan sesuatu

– wajib menyerahkan benda dan merawat benda tersebut sampai saat penyerahan.

– perikatan untuk memberi sesuatu adalah perikatan untuk menyerahkan (leveren) dan merawat benda sampai pada saat penyerahan.

– kewajiban menjaga dan merawat benda yang belum diserahkan secara pantas dan wajar agar tidak menimbulkan kerugian bagi yang

akan  menerima barang tersebut (aan goed huis vader).

b. berbuat sesuatu

c. tidak berbuat sesuatu

Adapun syarat suatu prestasi adalah sebagai berikut :

a. harus sudah tertentu atau dapat ditentukan.

b. objek diperkenankan atau halal.

c. ada manfaat bagi kreditur.

d. terdiri dari satu unit perbuatan (tunggal/jamak).

e. dimungkinkan atau dapat dilaksanakan secara wajar.

Dari hal-hal yang telah diutarakan di atas, maka dapat dikemukakan bahwa wanprestasi berarti melanggar tindakan yang sudah disepakati dan dapat dituntut. Wanprestasi adalah keadaan tidak dipenuhinya prestasi sebagaimana ditetapkan dalam perikatan karena kesalahan debitur (sengaja/lalai) atau keadaan memaksa (di luar kemampuan debitur).

Macam keadaan wanprestasi :

a. debitur tidak berprestasi sama sekali.

b. debitur berprestasi tapi tidak baik/keliru.

c. debitur berprestasi tapi tidak tepat waktu/terlambat.

d. debitur melakukan sesuatu yang menurut perikatan tidak boleh dilakukan.

Syarat terjadinya keadaan wanprestasi :

a. syarat materiil –> adanya unsur kesalahan debitur (sengaja/lalai).

b. syarat formil –> adanya peringatan/teguran terhadap debitur.

Hak kreditur bila terjadi wanprestasi :

a. hak menuntut pemenuhan perikatan

b. hak menuntut pemutusan perikatan atau bila perikatan tersebut bersifat timbal balik, menuntut pembatalan perikatan (ontbinding).

c. hak menuntut ganti rugi.

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada wanprestasi pelanggaran terjadi terhadap kesepakatan atau aturan yang telah dibuat dan berlaku antara para pihak pembuat perjanjian. Kesepakatan atau aturan tersebut dalam pembuatannya juga melibatkan pihak pelanggar. Berbeda dengan perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad), dimana perbuatan melawan hukum terjadi karena adanya perbuatan yang dilakukan oleh seseorang yang karena kesalahannya tersebut menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Berbeda dengan wanprestasi, pada perbuatan melawan hukum, aturan yang dilanggar adalah aturan yang berlaku umum dan aturan tersebut terkadang dbuat tanpa ada keterlibatan si pelanggar. Perbuatan melawan hukum tidak didasarkan adanya kesekapakatan sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian seperti halnya wanprestasi.

Tulisan lain yang terkait : “Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtmatigedaad)”

One comment

  1. kalau saya lihat diatas yang dibebani pretasi hanya debetur aja, bagaimana kalau yg lalai kreditur, kalau kriditur lalai mengembalikan/ menyerahkan jaminan/ malah jaminan tsb dijaminkan kepihak lain bagaimana ? kreditur wanpretasi/PMH,thanks tlg pejelasanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s