SEJARAH HUKUM CONVENTION ON THE RIGHTS OF THE CHILD (KONVENSI HAK-HAK ANAK)

Dalam Pasal 2 Konvensi Wina 1969, perjanjian internasional didefinisikan sebagai suatu persetujuan yang dibuat antar negara dalam bentuk tertulis, dan diatur oleh hukum internasional, apakah dalam instrumen tunggal atau dua atau lebih instrumen yang berkaitan dan apapun nama yang diberikan kepadanya.  Dalam literatur hukum internasional banyak digunakan istilah mengenai perjanjian internasional, diantaranya treaty, pact, statute, convention, protocol, accord, covenant, charter, dan lain-lain.[1] Salah satu yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah mengenai Konvensi/Convention, yaitu Convention on The Rights of The Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak (KHA). Konvensi merupakan perjanjian internasional yang merupakan salah satu sumber hukum. Lazimnya Konvensi memuat peraturan-peraturan hukum yang mengikat secara umum.

Konvensi hak anak merupakan perjanjian internasional yang bersifat terbuka, artinya konvensi hak anak terbuka untuk diratifikasi oleh negara-negara lain yang belum menjadi peserta (state parties). Selain itu Konvensi hak anak juga merupakan perjanjian multilateral. Sebagaimana lazimnya perjanjian terbuka untuk seluruh negara anggota PBB merupakan perjanjian internasional yang membentuk hukum (law making treaties) kepada seluruh anggota yang meratifikasinya.[2]

Lebih lanjut, bagaimana sejarah pembentukan dan isi dari Konvensi Hak Anak itu sendiri? Secara lengkap dapat dilihat dalam makalah di bawah ini.

download

Download Makalah Sejarah Hukum CRC

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s