‘PESTA’ LAGI, MIMPI LAGI

Sepulang kantor beberapa hari yang lalu, sedang ada kampanye calon walikota dan wakil walikota. Saya sempat menunda untuk buru-buru keluar dari halaman kantor. Daripada terjebak macet??? Bersama dengan beberapa rekan, saya pun ikut menonton. Teriakan yel-yel masing-masing pendukung dan musik dangdut yang diputar keras, beradu dengan bisingnya kendaraan yang mereka tumpangi. Ramai sekali. Masih pula ada atribut spanduk dan poster yang mengekspose wajah pasangan walikota dan wakil walikota lengkap dengan slogannya masing-masing. Sukses membuat mata saya ndak berkedip. (more…)

LEGITIEME PORTIE DALAM WARIS PERDATA

Jika membicarakan hukum waris perdata, tentu kita akan dibuat sedikit mumet dengan ketentuan-ketentuan mengenai perhitungan warisan. Salah satu hal yang cukup sering dibahas dalam perhitungan warisan adalah mengenai legitieme portie.

Legitieme Portie Sebagai Bagian Mutlak Ahli Waris

Legitieme Portie merupakan bagian dari harta peninggalan yang harus diberikan kepada ahli waris yang berada dalam garis lurus menurut undang-undang. Jadi legitimaris dalam hal ini hanya ahli waris yang menurut undang-undang berada dalam garis lurus ke atas atau ke bawah. (more…)

DIRGAHAYU RI : INDONESIA MERDEKA (?)

Bangsa sudah pernah menyerukan ‘merdeka’ 70 tahun yang lalu. Sampai hari ini, seruan ‘merdeka’ masih sering terdengar, pun rakyatnya masih harus berjuang untuk merasakan ‘merdeka’ yang sesungguhnya. Lepas dari penjajah yang berdalih jadi penguasa atas amanat rakyat. Belum lagi dengan polahnya yang sering melebihi sang Maha Kuasa. (more…)

BLAWGOSPHERE

Saya teringat pada sebuah pernyataan bahwa ‘setiap orang dianggap tahu hukum’ walaupun pada kenyataannya belum tentu semua orang tahu hukum. Oleh sebab itu, penting bagi setiap orang yang paham hukum untuk berbagi pengetahuannya tentang hukum kepada masyarakat, terutama yang masih awam hukum.

Seperti niatan awal, blog ini ditujukan untuk menghadirkan lebih banyak pengetahuan hukum ke tengah-tengah masyarakat luas (baca lagi : about ngobrolinhukum). Hukum tidak (boleh) hanya menjadi milik segelintir orang atau diperuntukan hanya untuk golongan tertentu saja. Kurang lebih empat tahun ‘membangun’ blog yang konsen membahas tentang hukum, rasanya masih belum puas jika masyarakat belum benar-benar bisa mendapatkan akses pengetahuan hukum lebih banyak lagi dari berbagai sumber di media online.  (more…)

PERJANJIAN TANPA MATERAI : SAHKAH ?

Beberapa waktu lalu, salah seorang teman kantor bertanya mengenai sah atau tidaknya suatu perjanjian apabila surat perjanjiannya tidak dibubuhi dengan materai. Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, sebenarnya dalam praktik di masyarakat cukup banyak orang yang berpikir bahwa sah atau tidaknya surat perjanjian yang mereka buat dan ditandatangani terletak pada adanya materai yang dibubuhi dalam surat perjanjian. Benarkah seperti itu?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu mari kita lihat syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana tercantum pada Pasal 1320 KUHPerdata. (more…)

DATA SEKUNDER DALAM PENELITIAN HUKUM NORMATIF

Sama halnya seperti penelitian yang lain, penelitian hukum normatif juga mengenal penggunaan data untuk mendukung keberhasilan penelitian yang dilakukan. Penelitian hukum normatif menggunakan data sekunder sebagai sumber data utamanya, berbeda dengan penelitian hukum sosiologis yang sumber data utamanya adalah data primer.

Data sekunder merupakan data yang umumnya telah dalam keadaan siap terbuat (ready made). Adapun sumber data berupa data sekunder yang biasa digunakan dalam penelitian hukum normatif terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. (more…)

MENGENAL SEKILAS MATA KULIAH PHI DAN PIH DI FAKULTAS HUKUM

Tidak terasa tahun ajaran baru akan segera dimulai kembali. Bagi rekan-rekan yang baru akan memasuki masa kuliah strata 1 di Fakultas Hukum, pada semester awal pasti akan ‘bersua’ dengan mata kuliah PHI dan PIH. Apa itu PHI dan PIH? Berikut akan dibahas secara singkat mengenai kedua mata kuliah tersebut.

Persamaan Serta Perbedaan Mendasar Antara PHI dan PIH

PHI maupun PIH sama-sama merupakan pengantar untuk mempelajari hukum, dan merupakan mata kuliah dasar yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa Fakultas Hukum. PHI merupakan singkatan dari Pengantar Hukum Indonesia. Di beberapa universitas, ada Fakultas Hukum yang menggunakan istilah PHI dengan PTHI, yang merupakan singkatan dari Pengantar Tata Hukum Indonesia. Sementara itu, PIH adalah Pengantar Ilmu Hukum. Sekilas istilah PHI dan PIH nampaknya sama, namun sebenarnya berbeda. (more…)

BEBERAPA ASAS HUKUM KONTRAK

Hukum kontrak (contract of law) memiliki beberapa asas di dalam pelaksanaannya. Sebagian dari kita pasti sudah sering mendengar dan tidak asing lagi dengan asas-asas tersebut. Beberapa asas dalam hukum kontrak dimaksud yaitu asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas pacta sunt servanda (asas kepastian hukum), dan asas itikad baik. Berikut akan dipaparkan secara singkat mengenai masing-masing asas tersebut. (more…)

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA MEREK, PATEN DAN HAK CIPTA

Suatu hari saya ditanya oleh seorang teman yang sedang merintis bisnis dalam bidang produksi aksesoris kulit dengan merek X mengenai cara mendaftarkan paten atas mereknya. Di waktu yang berbeda, teman saya yang lain pernah berkomentar tentang pemahamannya mengenai hak cipta. Menurutnya, fungsi hak cipta adalah ketika seseorang memiliki karya maka karyanya itu harus dipatenkan hak ciptanya agar tidak diserobot oleh pihak lain. Pertanyaan dan pernyataan dari teman-teman tersebut seketika menggelitik pikiran saya. (more…)

FAKULTAS HUKUM : BENARKAH SEKEDAR MENGHAPAL PERATURAN?

Dari masa ke masa, fakultas hukum menjadi salah satu fakultas yang banyak dilirik oleh calon mahasiswa. Sebut saja sebagai contoh pada SBMPTN 2014, di Universitas Diponegoro Semarang, program studi yang menjadi favorit adalah ilmu hukum, dengan jumlah peserta mencapai 3494 orang (sumber : Suara Merdeka tanggal 18 Juni 2014). Walaupun menjadi favorit, namun fakultas hukum sekaligus pula menjadi momok bagi calon mahasiswa. Bayangan harus menghapal puluhan peraturan perundang-undangan selama berkuliah di fakultas hukum sudah terlebih dahulu menghantui pikiran. Hal tersebut tidak jarang pula membuat sebagian calon mahasiswa urung menjatuhkan pilihannya pada fakultas hukum sebagai tempat melanjutkan pendidikan. (more…)

CERMAT MENGENALI CALON PEMIMPIN

“Ketika fakta dipermainkan dalam kata-kata, masihkah ia nampak sebagai yang nyata?”

Setelah dilakukan pengundian nomor urut di KPU pada 1 Juni 2014 yang lalu, kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada tanggal 4 Juli 2014 kemarin resmi memulai masa kampanyenya. Ini berarti bahwa selama kurang lebih satu bulan ke depan, suguhan ‘episode-episode apik’ pertarungan politik antara kubu Prabowo-Hatta Vs Jokowi-JK dalam perebutan kursi orang nomor 1 dan nomor 2 di republik ini akan semakin seru. Tidak dapat dinafikan, selama masa itu, rakyat (akan semakin) sukses dibuat ‘mumet’ mengenai persoalan figur, koalisi, hingga pecah kongsi partai-partai pendukung kandidat.

Keseharian rakyat seperti menonton televisi, membaca koran, mendengar radio, bermain di sosial media, bahkan ketika sekedar duduk minum kopi di warung pun, akan terus ‘dibombardir’ dengan pemberitaan seputar latar belakang kehidupan, kinerja, serta visi misi masing-masing kandidat capres cawapres. (more…)

SELAMAT MENYAMBUT ‘PESTA BESAR’

Demi sebuah kepentingan dan gengsi, semua sibuk berkoalisi.

Koaliasi yang pada akhirnya berujung sensasi. Satu hal yang lagi-lagi oleh rakyat dianggap basi.

AAS –

 

Masa menjelang pemilu menjadi masa yang dibenci sekaligus dinanti. Masa-masa menjelang pemilu merupakan masa bagi ‘terjualnya’ nama dan keberadaan rakyat kecil. Partai politik, calon anggota legislatif, hingga pasangan presiden dan wakil presiden pasti akan mengatasnamakan visi misi serta programnya ‘untuk kepentingan rakyat’. Bagi sebagian orang, terutama rakyat kecil, hal ini sungguh menjengkelkan, sebab kebanyakan hanya sekedar ‘janji-janji tanpa realisasi’. (more…)

TATA CARA PENDAFTARAN MEREK

Merek merupakan salah satu dari karya intelektual yang penting dan memiliki peran yang sentral dalam dunia usaha. Merek dapat menjadi suatu prestise yang bermanfaat bagi kelancaran penjualan produk atau jasa yang dimiliki. Akan sangat disayangkan apabila suatu produk atau jasa yang telah dikembangkan dengan susah payah hingga memperoleh citra yang baik namun pada akhirnya diserobot oleh pihak lain hanya karena merek tersebut belum terdaftar. (more…)

MEMAHAMI HAK ATAS TANAH (5) : HAK GUNA USAHA

Setelah dalam tulisan sebelumnya dibahas mengenai hak milik atas tanah, maka hak atas tanah berikutnya yang akan dibahas pada tulisan kali ini yaitu mengenai hak guna usaha. Berikut pemaparan singkat dan mendasar mengenai hak guna usaha.

1.  Dasar Hukum

Hak guna usaha merupakan salah satu hak atas tanah sebagaimana tercantum dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 (UUPA). Lebih lanjut secara khusus hak guna usaha dalam UUPA diatur pada Pasal 28 – Pasal 34.

Pasal 50 ayat (2) UUPA mengatur bahwa ketentuan-ketentuan lebih lanjut mengenai hak guna usaha diatur dengan peraturan perundangan. Peraturan perundangan dimaksud yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai Atas Tanah. Dalam PP tersebut, hak guna usaha diatur pada Pasal 2 – Pasal 18. (more…)